Sejujurnya saya sudah lupa bagaimana memulai menulis dan menyapa kembali para sahabat kreatif semua
Maklum sudah berapa tahun saya tidak menulis kembali di blog kebanggaan saya ini
Maka maafkan saya kalau pembukaan tulisan ini tidak seperti biasanya
Tidak usah lah saya menyampaikan alasan, karena kata salah seorang teman, dimana tidak ada kemauan disana ada banyak alasan
Jadi alasannya karena kemauannya ga kuat untuk menulis.
Mampir di blog ini, ada sebuah harapan. Betul, harapan untuk menambah kreatifitas, sesuai dengan jargon yang selalu diulang-ulang, kreatifitas tanpa batas, tapi ga kebablasan
. Nah, kali ini, saya ingin berbagi tips untuk para sahabat yang ingin menambah kreatifitasnya. Ga tau juga sich, ini tips atau sekedar berbagi pengalaman a.k.a curhat
Jika sahabat ingin menambah kreatifitas, bermainlah dengan anak kecil
. Anak kecil walaupun berbeda-beda karakteristiknya, tapi secara umum mudah bosan. Bangun tidur, mereka masih senyum-senyum, beberapa menit kemudian mulai bosen, kemudian digendong seneng, senyum-senyum lagi. Beberapa menit kemudian, bosen, ngajak gendongnya muter kedepan. Begitu seterusnya sampe punya berbagai macam gendongan dan mainan.
Tak cuman itu, dikasih mainan ini seneng, beberapa menit kemudian bosen, dikasih mainan itu seneng, bosen lagi dan seterusnya. Pun dengan nyanyian, tarian dan segala macam akrobat dilakukan agar si anak ini tidak bosen. Kalo udah bosen, biasanya rewel dan nangis.
Nah, selalu berubah, selalu berubah menyesuaikan diri dengan si kecil ini Continue reading ‘Ayo Lebih Kreatif dengan Junior’
Bagaimana kabar sahabat kreatif semuanya…. semoga selalu dalam keadaan paling ideal untuk sahabat semuanya
Nah, pepatah sesuai judul di atas rasanya sangat pas kita ucapkan akhir-akhir ini. Sebagian dari kita akan menanyakan, mengapa disebut hujan sehari, dan mengapa menghapus kemarau setahun, toh buktinya hujan hampir tiap hari dan rasanya lebih banyak kita dengar berita banjir daripada berita kekeringan di televisi. Jika sahabat berpikir hal serupa, maka saya katakan pada sahabat, bahwa pikiran sahabat sangat lumrah. Tapi, bukan kampoeng inspirasi kalo kemudian sahabat berpikir lumrah dan standar 


inspirasi dari sahabat