Boleh komentar negatif, asal…..

Sejak tanggal 11 Juni 2010, bahkan sebelum-sebelumnya hampir semua media dengan begitu hiruk pikuk membahas dan menyiarkan serta mengomentari tentang sebuah event empat tahunan yang menjadi impian semua pemain sepak bola di seluruh jagat raya, ya betul sekali, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ada banyak orang yang kemudian menjadi diuntungkan dengan adanya PD ini (PD itu piala dunia ya, bukan Partai Demokrat😀 ga enak sich kalo nyingkatnya WC dari kata Wolrd Cup😀 ). Mulai dari para pengusaha konfeksi alias kaos, sampe pengusaha bola di belahan jawa barat yang mengirimkan si jabulani, bolanya PD bahkan sampe orang-orang yang justru dari dulu ga ada hubungan dengan sepak bola seperti para artis yang disulap menjadi komentator sepak bola. Mengenai komentator ini memang sangat menarik. Bayangin aja, kalo aja para komentator itu diajak maen bola, bisa jadi si komentator itu berperan sebagai bolanya, tapi komentarnya begitu super bin muantep hehe… mohon maap buat para komentator😀
Tapi setidaknya bagi saya komentator bola itu lebih baik daripada komentator bangsa. Yang saya maksudkan komentator bangsa ini adalah orang-orang yang senantiasa mengingatkan kekurangan kita, mengingatkan kesalahan kita bahkan menjelek-jelekkan kita, sehingga lebih bisa dibilang senantiasa berpikir negatif. Betapa tidak sedikit orang yang merendahkan atau mencibir jika ada hal hal yang rasanya kurang ideal bagi dia tetapi tidak diiringi dengan solusi. Sering mencibir kasus-kasus korupsi atau mental bangsa indonesia yang lemah, tapi hanya sebatas komentar saja. Kalo emang keren, gerak donk, jangan cuman komentar.
Saya jadi teringat dengan perbincangan saya dengan salah seorang ustadz. Suatu saat beliau sedang mengisi materi tentang perekonomian dan perbankan syariah, dan kemudian ada salah seorang peserta yang dengan sangat semangat(baca:keras)-nya mengatakan tidak ada di bank yang bener-bener syariah di Indonesia. Syariah hanya label saja. Setelah diskusi panjang lebar dengan ustadz tersebut, ternyata ustadz tersebut mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa yang dimiliki oleh peserta ini memang masih belum lengkap. Pun dengan ketika si peserta ini ditanya tentang solusinya apa, kalo memang bank syariah tersebut hanya label saja. Ya…buat bank yang bener-bener syariah begitu katanya, tapi ya seperti itu…komentar saja ga ada aksinya…😀 . Bahkan saking memotivasinya, ustadz tadi sampe mengatakan kalo memang dia mau membuat bank yang bener-bener syariah sesuai dengan pemahamannya itu, maka ustadz tersebut akan dengan serta merta dan tidak pikir panjang siap bergabung.
Setidaknya cerita-cerita ini juga mengingatkan saya pada masalah PALESTINA.Betapa tidak sedikit orang yang mencibir, kalo cuman demo demo dan aksi mah ga ngepek bro… Ini ga sekedar masalah begituan tapi udah politik global. Okelah aksi dibilang ga ngefek, so what, trus apa yang anda lakukan, lha dalah ga ada yang dilakukan. Coba seandainya yang bilang seperti itu trus dia berangkat ke PBB, saya nomer urut PERTAMAX dech yang bakal ikutan. Atau kalo cuman demo demo dan aksi mah ga ngepek gan…langsung berangkat donk… Okelah aksi dibilang ga ngefek, so what, trus apa yang anda lakukan, anda berangkat kesana?? Tentu kita sama sekali tidak melarang komentar apapun, bebas-bebas aja. Tapi bagi saya, komentar dan pikiran negatif ini ada baiknya diikuti dengan langkah nyata alias langkah kongkrit. Ya kalo ga bisa panjang-panjang atau jauh-jauh langkahnya, semampu kita aja…
Jujur saja, saya menulis tulisan ini dengan emosi yang jernih hehe…aneh, biasanya juga pikiran yang jernih ya😀 . Ya…mungkin memang ada tahap-tahapnya, ada yang tahap sebatas perasaan di hati saja, ada yang tahap sebatas di mulut saja , dan ada yang sampai bergerak dan beraksi dengan kemampuan yang dimiliki. Tapi kan tahap yang terakhir jauh lebih menarik😀 .
Semoga saja saya tidak termasuk orang yang mengomentari saja orang-orang yang berkomentar dan berpikir negatif, karena setidaknya saya sudah bergerak untuk membuat tulisan ini.
Pilihannya memang kita hanya menjadi penonton dan komentator atau kita menjadi pemain dan tercatat dalam sejarah, karena bagaimanapun juga, seorang pemain sepak bola yang melakukan gol bunuh diripun itu lebih berharga dari pada seorang komentator saja (yang ini menurut saya aja😀 ) seperti Rachel Corrie yang meninggal dibuldoser Israel karena diam di depan buldoser sebagai aksi protes yang lebih menyejarah, dibandingkan saya yang hanya bisa menceritakan Rachel Corrie di twit-twit dan fesbuk sayah😀

SALAM KREATIFITAS TANPA BATAS !!!

2 Responses to “Boleh komentar negatif, asal…..”


  1. 1 indrabukanbirowo June 18, 2010 at 7:22 am

    Wah, setuja mas praset.. setidaknya saya komeng daripada tidak sama sekali..😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: