ga niat bahas niat

Betapa maraknya akhir-akhir ini pergerakan sebuah benda yang berjudul undangan. Sliwar-sliwer tak beraturan tapi terarah. Terarah menuju ke nama tertentu, jelas saja, namanya saja undangan, harus jelas siapa yang diundang. Justru saya mengkhawatirkan ketidakterarahan pikiran sahabat ketika mendengar kata undangan. Kata undangan ini begitu sangat identik dengan dua orang laki-laki dan perempuan yang dengan undangan itu mengumumkan pernikahannya. Sayangnya, bagi saya pembahasan itu sudah lewat hehe… Makanya kata undangan yang ada di post ini tidak lagi berasosiasi dengan acara pernikahan, kalopun ada, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua sahabat yang sudah menyukseskan undangan saya….

Trus undangan disini maknanya apa donk…

Tempo lalu atau lebih bisa disebut kemaren sore, di tempat kami beraktivitas diadakan sebuah acara pengajian untuk menyambut bulan Ramadhan. Ya wajar saja, Ramadhan saja tinggal menghitung hari. Di sela-sela persiapan saya sempat ngobrol dengan pengisi acara. Pengisi acara ini memang ya…setipe-tipe dengan saya lah hehehe…. Nah, salah satu pertanyaan saya waktu itu adalah tentang bagaimana tingkat ramai tidaknya undangan untuk beliau dalam mengisi acara di bulan Ramadhan. Pertanyaan ini wajar sekali karena memang saat-saat seperti inilah para asatidz alias para ustadz banyak mendapatkan ladang pahala untuk saling menasihati. Dan itulah jawaban dari pertanyaan undangan macam mana yang akan kita bahas😀

Ketika masuk pembahasan tentang bulan Ramadhan, ternyata disinggung juga masalah undangan oleh ustadz. Undangan nikah sempat dibahas dengan mengatakan bahwa terkadang kita justru mempersiapkan Ramadhan dengan hal-hal baru, baju baru, sepatu baru dan juga istri baru… dan itu sambil nunjuk sayah… sungguh terlalu…😦 dan undangan yang satu lagi dibahas dengan sangat memberikan pelajaran tentang niat. Para ustadz banyak mendapatkan undangan, tapi jika niatnya hanya karena materi, betapa kecil yang didapatkannya.

Pembahasan pun berlanjut dengan niat dalam berpuasa. Tapi saya tidak akan banyak menceritakan tentang ceramah beliau. Ini kan blog saya, ya yang ceramah saya hehe… walaupun ada rencana menambah satu orang kontributor, yang tidak laen dan tidak bukan adalah si eneng😀

Kalo kita mau sedikit bercanda tapi berbuah surga (istilah saya saja, tidak harus diikuti😀 ) maka ada beberapa urutan niat dalam berpuasa. Namanya juga bercanda berbuah surga, jadi semau saya sendiri saja😀 . Yang pertama adalah orang yang berniat untuk berpuasa. Tentu dengan niat yang benar dan ikhlas. Bisa dilafalkan bisa tidak, tergantung sahabat meyakini yang mana. Kemudian yang kedua adalah orang yang ga niat puasa. Kalo yang kedua ini, ga niat puasa tapi akhirnya puasa hehehe… ya masih mending kan daripada ga puasa, tapi mending disini bukan berarti sahabat bagus ngikutin yang ini. Kemudian yang ketiga adalah, puasa ga niat. Kalo yang ini orangnya puasa, tapi puasanya ga niat. Asal kena aja dah….😀

Urutan berikutnya adalah ga niat ga puasa. Kalo yang ini ga puasa karena ga tau, dan karena ga tau jadi akhirnya ga puasa, tapi ga puasanya karena ga niat ga puasa. Dan yang terakhir dan yang super duper parah adalah niat ga puasa hehehe…. Tahu tapi sengaja niat untuk ga berpuasa😀

Nah…bagaimana dengan sahabat??? berada di posisi yang mana hehe….

Semoga kita disampaikan pada bulan Ramadhan yang tinggal hitungan hari ini…..amien…

SALAM KREATIVITAS TANPA BATAS!!!

0 Responses to “ga niat bahas niat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: