Helm khusus perokok berstandar SNI

Sebelum saya memulai bercerita tentang ide kreatif saya, maka ijinkan saya untuk mengucapkan selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1431 H bagi sahabat muslim. Kenapa ibadah ramadhan, biasanya juga ibadah puasa…ya karena di bulan Ramadhan ga hanya ibadah puasa saja, tetapi ada banyak ibadah yang bisa dikerjakan, misalnya baca Qur’an, sholat tarawih, sholat malam, bagi-bagi buka puasa dan tidur😀 .

Sepertinya memang sudah menjadi sebuah tradisi ketika bulan Ramadhan alias bulan puasa. Ketika tarawih, mengiringi bacaan imam terdengar bersahut-sahutan batuk dari para jama’ah. Bulan puasa yang memiliki perbedaan kebiasaan dengan hari-hari pada umumnya memang menuntut orang untuk bisa beradaptasi dengan cepat dan menjaga kesehatannya dengan baik. Jika tidak, ya seperti tadi, batuk, pilek dan penyakit-penyakit khas bulan puasa.

Tak terkecuali saya yang hanya manusia biasa. Hanya saja, saya justru sakit sebelum Ramadhan datang. Alasan yang sangat sederhana kenapa saya sakit sepertinya adalah kelelahan dan masuk angin. Akhirnya batuk pun datang dan sementara saya berusaha mengobati batuk, datang teman setia batuk yaitu pilek. Sepertinya saya perlu satu paket senjata untuk melawan dua sejoli ini. Tentu saja saya sangat sekali berkeinginan dua sejoli ini segera pergi dari kehidupan saya😀 . Lebih-lebih bagi saya orang yang lebih menyenangi bertemu dengan banyak orang, dua sejoli ini begitu sangat mengganggu, karena selain terdengar tidak menyenangkan, sahabat-sahabat saya juga menjadi sedikit menjaga jarak karena khawatir ditemani dua sejoli ini.

Ada pengalaman menarik mengenai jaga jarak dan penularan yang sempat saya alami. Seperti yang saya ceritakan di atas, dua sejoli ini hadir dengan sangat baik karena bisa menemani kapan saja dan dimana saja, tidak terkecuali ketika saya sedang berkendara. Sayangnya, ketika batuk membahana dan pilek menggelora dan saya sedang berkendara, rasanya saya menjadi satu-satunya penikmat dua sejoli ini. Ya tentu saja, karena saya memakai helm full face, dengan kaca tertutup rapat walaupun tidak ada logo SNInya. Batuk yang membahana dari mulut saya rasanya betul-betul spesial, spesial untuk saya dan tidak terbagikan untuk orang lain. Pun dengan semprat-semprot pilek yang melanda. Tapi setidaknya saya mensyukurinya karena setidaknya saya tidak terbukti baik dengan sengaja atau tidak menularkan dua sejoli ini kepada orang lain wa bil khusus orang yang sedang saya bonceng😀 .

Saya jadi kepikiran, bagaimana kalau kita menciptakan sebuah helm yang didesain khusus untuk para perokok sehingga asapnya bisa dengan sangat spesial dinikmati oleh penghisap rokonya tersebut. Karena seperti yang kita tahu bersama, perokok pasif alias orang-orang yang hanya kesenggol asapnya kan sering dikatakan lebih berat terkena efeknya, pun dengan jumlah perokok pasif ini. Nah, dengan adanya helm khusus perokok berstandar SNI ini nanti, diharapkan para perokok bisa menikmati hidangan rokoknya dengan sangat spesial, dan bisa merokok dimana saja. Merokok ga pake helm SNI bisa ditilang ama pak polisi😀 .

Bagaimana menurut sahabat mengenai ide kreatif saya ini……😀

SALAM KREATIFITAS TANPA BATAS!!!

4 Responses to “Helm khusus perokok berstandar SNI”


  1. 1 indrawan August 13, 2010 at 1:52 am

    Hahahaha…. aya aya wae… ntar yang ada orangnya gak bisa jalan, alias nabrak nabrak, karena wajahnya ditutupu asap tebal… wehehe..

  2. 3 Cak Rul August 13, 2010 at 2:56 pm

    Setuju banget…. perlu dibuat proposalnya ke depkes.
    Biar perokok merasa gimana enaknya asap mulek di depan mukanya. Selama ini kan ditiup2kan ke orang lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: