Menempatkan Kesalahan

Sejak lama, rasanya kita mengenal sebuah peringatan, buanglah sampah pada tempatnya atau terima kasih telah membuang sampah pada tempatnya, dan berbagai macam kalimat peringatan sejenis. Kalimat tersebut sangatlah mulia. Tentu kita semua tahu dan paham bahwa, sampah adalah hal yang sangat tidak nyaman untuk dinikmati, lalu bagaimana kalo sampah tersebut kemudian dibuang secara asal-asalan dan membabi buta. Tempat yang seharusnya indah untuk dinikmati, menjadi kotor dan cenderung tidak nyaman untuk dilihat.
Lalu apa kaitannya antara sampah dan kesalahan. Mungkin kurang terkait, tapi jika sedikit kita ubah menjadi antara sampah dan menyalahkan, tentunya dua hal ini bisa dikaitkan. Sampah, dihindari dan tidak disukai orang. Menyalahkan tentunya tidak berbeda. Menyalahkan cenderung dekat dengan kemarahan, dan rasanya tidak ada satu orang pun yang masih normal, mau disalahkan dan dimarahi😀
Lalu kalau sampah dan (anggap saja) kesalahan itu serupa, tentu perlu juga kita menempatkan kesalahan pada tempatnya juga. Hal ini diperlukan agar, kesalahan-kesalahan (menyalahkan) orang betul-betul mampu kita sikapi secara proporsional. Makna menyalahkan, walaupun dekat, tetapi tak selalu bermakna dengan kemarahan, karena dengan menyalahkan, seharusnya kita tahu dan bisa membetulkan. Yang terpenting kita tahu tempatnya, tahu tempat kesalahannya dimana, sehingga kita pun tahu membetulkannya dimana.
Ada sebuah cerita yang saya alami akhir-akhir ini. Tiba-tiba ada masalah dengan billing kartu komunikasi saya yang juga dipakai untuk berkomunikasi paket data. Saya pun mendatangi customer service. Ingat prinsipnya, bahwa tempatkanlah kesalahan pada tempatnya. Tentunya, masalah billing ini bukan menjadi kewenangan si customer service. Maka membuang kesalahan atau kemarahan kepadanya akan seperti membuang sampah di sebuah tempat yang sangat nyaman😀
Walaupun jawaban tidak memuaskan, bahkan dengan bertemu dengan technical support pun masih belum beres, tapi prinsip ini pun tetap perlu untuk dijalankan. Saya pun tidak memarahi, pun mengancam untuk menulis surat pembaca. Ya, saya tidak mengancam untuk menulis surat pembaca, karena setelah rentang waktu yang saya rasa cukup untuk menunggu, saya bisa mengirimkan surat pembaca walaupun tidak mengancamnya terlebih dahulu. Surat pembaca tentunya menjadi tempat yang tepat untuk menyampaikan keluhan, atau sesuai dengan bahasan kita, untuk menempatkan kesalahan. Tentunya setelah mengalami sekian panjang proses hehe…
So, bagaimana sahabat, berani menempatkan kesalahan orang pada tempatnya…..
salam kreatifitas tanpa batas!!!

0 Responses to “Menempatkan Kesalahan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: